Ramai Vaksin Covid

Sebelum MUI, Badan Pengawas Obat dan Makanan telah menerbitkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization untuk vaksin Sinopharm. Rencananya, vaksin ini akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong. Menurutnya, fasilitas produksi yang digunakan juga suci dan hanya untuk produk vaksin Covid-19. “Artinya vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” ucapnya. Pada Senin (11/1), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam mengumumkan pihaknya menerbitkan fatwa vaksin Covid-19 dalam dua keputusan atau diktum. Diktum pertama menyebutkan bahwa vaksin produksi pabrikan asal China dengan kerja sama PT Bio Farman itu hukumnya halal dan suci.

Perlu diketahui, tripsin adalah bahan yang dihasilkan dari organ pankreas babi. Tripsin merupakan enzim atau protein yang digunakan untuk mempercepat reaksi biokimia tertentu. Nadia menjelaskan walau dalam prosesnya bersinggungan, vaksin AstraZeneca tetap bisa digunakan karena kedaruratan.

“Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah maka mengokohkan hukum wajib tersebut, sehingga tidak mentaati pemerintah dalam kebijakannya yang jelas-jelas tidak menyelesihi syara’ adalah dilarang atau haram,” ujarnya. Sinovac menjamin bahan baku yang digunakan bebas dari kandungan gelatin babi . Dalam pesan berantai yang mengatasnamakan dari Relawan Pribumi dan Santri mengajak masyarakat menolak vaksinasi virus korona atau covid-19.

TEMPO.CO, Jakarta – Program vaksinasi Covid-19 sudah mulai dijalankan yang ditandai dengan vaksinasi pertama yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan sejumlah tokoh. Vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian dan kontroversi public sejak pemerintah berencana membeli vaksin dari beberapa produsen sebagai salah satu upaya mengatasi pandemi virus Covid-19. Tercatat sejumlah program vaksinasi pemerintah seperti vaksinasi Measles Rubella , meningitis, polio dan lainnya mendapat tanggapan pro dan kontra.

Dengan sel vero yang sudah teruji klinis, aman, stabil dan diakui WHO ini maka pabrik vaksin tidak lagi melakukan riset dan penelitian yang memakan waktu puluhan tahun untuk mendapatkan cell sebagai inang untuk menumbuhkan virus. Merdeka.com – Direktur Eksekutif LPPOM MUI Muti Arintawati menegaskan bahwa MUI tidak akan memberikan sertifikasi halal untuk vaksin yang mengandung babi, meskipun dalam proses pembuatan vaksin tersebut sudah dinetralisasi atau dibersihkan. MUI Jawa Timur dalam Hasil Sidang Komisi Fatwa MUI Propinsi Jawa Timur tanggal 21 Maret 2021 melahirkan tiga hal. Pertama, mendorong pada Pemerintah untuk mengoptimalkan vaksinasi guna meminimalisir pandemi C-19.

Perusahaan biofarmasi AstraZeneca menyatakan bahwa vaksin COVID-19 buatannya tidak mengandung produk turunan babi maupun produk hewani lainnya. Setelah uji klinis selesai, LPPOM MUI akan mengkaji ke-halal-an vaksin tersebut sesuai dengan syariat Islam. Hasil kajian itu akan menjadi dasar penetapan fatwa oleh Komisi Fatwa MUI.

Vaksin Sinovac babi

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat tidak ragu menerima vaksin Covid-19. Pasalnya, dosis dalam vaksin dipastikan tidak dibuat menggunakan bahan baku babi. Menag Yaqut memastikan bahwa proses pembuatan bahan baku vaksin Covid-19 dari Sinovac menggunakan fasilitas yang suci dan hanya digunakan untuk vaksin Covid-19. Menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19. Dalam audit lapangan, Team mendapati bahwa fasilitas dan peralatan produksi yang digunakan untuk membuat vaksin Covid-19 adalah fasilitas baru yang tidak pernah digunakan untuk membuat vaksin lain. Selain itu, fasilitas dan peralatan produksi vaksin tersebut devoted atau hanya diperuntukkan untuk produk vaksin Covid-19 saja.

Sinovac merupakan vaksin virus corona pertama yang masuk dan mendapatkan izin penggunaan darurat Badan POM Indonesia. Enzim tripsin babi diperlukan sebagai katalisator untuk memecah protein menjadi peptida dan asam amino yang menjadi bahan makanan kuman. Kuman akan dibiakkan dan difermentasi, kemudian diambil polisakarida kuman sebagai antigen bahan pembentuk vaksin. Selanjutnya dilakukan proses purifikasi dan ultrafiltrasi yang mencapai pengenceran 1/67,5 milyar kali sampai akhirnya terbentuk produk vaksin. Ia pula menjelaskan, tren penggunaan tripsin babi dalam vaksin sebenarnya mulai ditinggalkan dalam prosedur pembuatan vaksin.

Selain itu, dia memastikan vaksin yang akan digunakan untuk masyarakat nantinya telah melalui tahapan pengembangan dan serangkaian uji yang ketat. Dengan demikian, terjamin kualitas keamanan terjamin di bawah Badan Pengawas Obat dan Makanan dan memenuhi standar internasional. Kemudian, dia melanjutkan, vaksin COVID-19 Sinovac hanya mengandung virus-virus yang sudah dimatikan. Dengan demikian, dipastikannya tidak ada satupun virus yang hidup atau sebatas dilemahkan dalam vaksin COVID-19 buatan Sinovac tersebut. PT Bio Farma menyampaikan kandungan dari vaksin COVID-19 yang dibuat perusahaan asal China, yakni Sinovac Biotech Ltd.

JAKARTA – Tripsin babi banyak disebut-sebut dalam kaitannya dengan produksi vaksin, khususnya vaksin AstraZeneca. Pemakaian bahan tersebut mendasari fatwa MUI , sekaligus memantik kontroversi halal-haramnya. Dikutip dari pemberitaan Kontan.co.id , BPOM sedang melakukan proses analisis untuk memastikan aspek keamanan dan efektivitas vaksin virus corona tersebut sebelum mengeluarkan Emergency Use Authorization. Bagi yang sudah mantap silakan segera ikut program vaksinasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah melalui berbagai media dan lembaga.