Bahaya Covid

GACVS akan bertemu lagi minggu depan untuk meninjau knowledge tambahan dan akan mengeluarkan rekomendasi lebih lanjut yang relevan. Setelah dilakukan penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa 17 negara telah melarang penggunaan Vaksin AstraZeneca adalah keliru. Faktanya, beberapa negara hanya menangguhkan administrasi pemesanan Vaksin AstraZeneca, sambil menunggu hasil uji klinis dari WHO terkait kabar efek penggumpalan darah pasca vaksinasi diberikan. Melansir dari laman WHO Internasional, pihak WHO akhirnya mengeluarkan pernyataan untuk tetap melanjutkan pemakaian Vaksin AstraZeneca.

Meski begitu, pihak AstraZeneca berkomentar bahwa pembekuan darah tidak ditemukan dalam uji klinis mereka. Tak hanya itu, seorang perempuan berusia 60 tahun meninggal mengalami pembekuan darah dalam bentuk kecil dan besar dalam pembuluh darahnya pasca vaksinasi. Satu dosis vaksin memiliki kemanjuran sebesar 76% terhadap Covid-19 dengan gejala dalam ninety hari pertama setelah vaksinasi.

Untuk tujuan ini, sub-komite GACVS juga menyarankan agar komite ahli klinis termasuk ahli hematologi dan spesialis lainnya dibentuk, untuk mendapatkan nasihat tentang analysis klinis dan manajemen kasus. Surveilans aktif, termasuk investigasi berbasis kasus di lokasi sentinel / rumah sakit harus dipertimbangkan, untuk lebih mengkarakterisasi kejadian langka ini. WHO telah mengembangkan protokol templat yang dapat diadaptasi oleh negara untuk studi semacam itu.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Kata Rahmat, pemerintah harus secara cepat melakukan pengujian tersebut agar hasilnya dapat segera diumumkan. Sebabnya kasus kematian pemuda usai disuntik AstraZeneca memunculkan kecemasan di masyarakat. “Sejak April lalu, Inggris pun hanya memberi AstraZeneca untuk mereka yang berusia di atas 30. Bagi mereka yang di bawah 30, pemerintahnya memberikan alternatif untuk menggunakan vaksin jenis lain,” katanya.

Selain itu, program vaksinasi yang dilakukan adiknya merupakan kebijakan dari perusahaan. ANSM mengatakan bahwa sejak dimulainya penggunaan vaksin AstraZeneca di Prancis, telah terjadi complete 30 kasus trombosis atipikal setelah vaksinasi, termasuk sembilan kematian. Indonesia telah resmi menggunakan vaksin AstraZeneca untuk program vaksinasi massal. Badan Pengawas Obat dan Makanan telah memberikan izin edar bagi vaksin AstraZeneca. Straus mengatakan tidak menduga efek samping tersebut karena vaksin telah diluncurkan dalam skala besar. “Apa yang kami coba lakukan adalah memberikan semua informasi yang tersedia baik manfaat maupun risikonya,” ujarnya.